Interpretasi Peta
Umum
Pulau Bali
Sebelum menginterpretasi peta umum
Pulau Bali, langkah yang harus dilakukan sebagai berikut.
1) Menyiapkan peta umum Pulau Bali yang akan diinterpretasi.
2) Memperhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol
yang terdapat pada peta.
3) Memperhatikan persebaran data pada wilayah Pulau Bali.
4) Memperhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah
peta Pulau Bali tersebut masih relevan atau tidak.
Setelah melakukan langkah-langkah
tersebut, maka akan diperoleh informasi sebagai berikut.
a) Gunung dan Bukit
Gunung dan bukit pada peta Pulau Bali ditunjukkan dengan
segitiga warna abu-abu. Gunung dan bukit yang terdapat di Pulau Bali adalah
Gunung Kelatakan (698 m), Gunung Banyuwedang (430 m), Gunung Mesehe (1300 m),
Gunung Musi (1215 m), Gunung Patas (1414 m), Lokbadung (1028 m), Gunung Lesong
(1860 ), Bukit Batuan (2276 m), Bukit Pohen (2069 m), Bukit Penggilingan (2020
m), Gunung Penulisan (1745 m), Gunung Batur (1717 m), Gunung Abang (2152 m),
Gunung Agung (3142 m), dan Gunung Seraya (1174 m).
b) Danau atau Waduk
Danau atau waduk pada peta Pulau Bali ditunjukkan dengan
warna biru. Danau atau waduk yang terdapat di Pulau Bali yaitu Waduk Palasari,
Danau Bayah, Danau Tamblingan, Danau Bratan, dan Danau Batur.
c) Sungai atau Kali
Sungai atau kali digambarkan dengan garis berwarna biru.
Sungai yang terdapat di Pulau Bali antara lain Sungai Melaya, Sangiya, Daya,
Jagading, Budeng, Biluk Poh, Medewi, Pulukan, Tabah, Sungi, Pang, Ayung,
Petanu, Sangiang, Malangit, Buyan, Bayat, dan Dava.
d) Teluk
Teluk ditandai dengan lautan yang menjorok ke daratan dan
diberi nama dengan singkatan Tel.. Teluk di Pulau Bali antara lain Teluk
Terima, Teluk Pegametan, dan Teluk Padang.
e) Tanjung
Tanjung ditandai dengan daratan yang menjorok ke lautan dan
diberi nama dengan singkatan Tg. Tanjung yang berada di Pulau Bali antara lain
Tanjung Pangambengan, Tanjung Benoa, Tanjung Bakung, Tanjung Ibus, dan Tanjung
Bungkulan.
f) Pulau
Pulau-pulau kecil yang berada di Provinsi Bali adalah Pulau
Menjangan, Pulau Serangan, dan pulau di sekitar Nusa Penida.
Interpretasi Peta Umum
Pulau Bali
Pada umumnya, peta umum
memiliki warna dan simbol- simbol lain yang mewakili ketampakan alam
sebenarnya. Contohnya, Pulau Bali yang memiliki bentang
alam dataran rendah hingga dataran tinggi. Pewarnaannya dibuat bertingkat, warna hijau menunjukkan dataran rendah dengan ketinggian antara 0 - 100 m, warna hijau muda menunjukkan dataran sedang dengan
ketinggian antara 100 - 500 m, warna kuning menunjukkan dataran tinggi dengan
ketinggian antara 500 - 1.000 m, dan warna cokelat menunjukkan daerah pegunungan dengan ketinggian
1.000 m. Adapun puncak tertinggi
berada di puncak Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3.142 m di atas permukaan
air laut. Dataran
tinggi dan pegunungan terdapat di bagian Utara,
semakin ke Selatan, daratan semakin landai. Hal ini menyebabkan aliran sungai di bagian Utara relatif pendek
dan bermuara di Laut Bali, sedangkan
sungai-sungai (disimbolkan dengan
garis berkelok-kelok berwarna biru) di bagian Selatan yang bermuara
di Samudra Indonesia
memiliki aliran yang relatif lebih panjang. Jika
diperhatikan, mayoritas aliran sungai mengarah ke Selatan, hanya beberapa sungai saja yang mengalir ke arah
Utara.
Pulau Bali memiliki
rangkaian gunung atau pegunungan di bagian Utara. Kebanyakan gunung-gunung tersebut telah mati (tidak aktif). Hal ini ditunjukkan dengan gambar
segitiga hitam di peta. Sementara itu, gunung yang masih aktif hanyalah
Gunung Agung dan Gunung Batur (1.717 m) yang digambarkan dengan
bentuk segitiga
berwarna merah. Perairan darat berupa danau (disimbolkan dengan simbol area berwarna biru). Tercatat ada empat buah
danau, yaitu Danau Batur (terluas), Danau Buyan, Danau Bratan, dan Danau Tamblingan.
Keempat danau tersebut berada
di daratan dengan ketinggian lebih dari 1.000 m di atas permukaan
air laut.
Berdasarkan bentang budayanya, Pulau Bali hanya memiliki
satu pelabuhan udara (yang disimbolkan dengan gambar pesawat
dalam lingkaran), yaitu Bandara
Ngurah Rai di Denpasar serta terdapat empat pelabuhan penyeberangan
(yang disimbolkan
dengan gambar jangkar di dalam lingkaran), yaitu di Gilimanuk, Celukbawang, Benoa, dan di Tanjung Melanting. Berdasarkan skala
yang ada, jarak antara ujung Timur
Pulau Bali (Tanjung Jambela)
hingga ujung Barat Pulau Bali (Tanjung Pasir) sejauh
111,15 km. Sementara
itu, jarak antara ujung
Utara Pulau Bali (Tanjung Bungkulan)
hingga ujung Selatan Pulau Bali (Sawangan)
sejauh
63,45 km.
Perairan laut Pulau
Bali terdiri atas perairan
dangkal (0 - 200 m), perairan sedang (200 - 3.000 m) dan perairan dalam ( 3.000 m). Perairan dangkal terdapat di Selat Bali, bagian Selatan Pulau Bali dan perairan
yang mengelilingi Nusa
Penida. Kondisi ini menyebabkan kawasan ini
banyak dijumpai pantai-pantai yang indah, seperti di Pantai Kuta, Pantai Sanur, Tanah Lot, dan Teluk
Jimbaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar