Menutup Aib
Menutup
Aib Diri Sendiri dan Orang Lain
Assalamu’alaikum,
hai kawan…!
Siapa
yang suka ngumpul bareng temen? Namanya juga remaja, tentu suka banget kalau
main rame-rame. Because, kita bisa sharingan, tukeran informasi, belajar
kelompok, ataupun sekedar have fun
ketemu sama temen. Nah, kalau udah bareng-bareng gini, banyak banget yang bisa
diomongin. Dari yang dibahas ini, lama-lama juga merembet ke mana-mana. Eh,
tapi jangan sampai ngomongin orang ya gaes. Jangan sampai ngebahas aib orang
lain deh.
Apa
sih, aib itu?
Aib
adalah suatu cela atau kondisi yang tidak baik tentang seseorang. Jika
diketahui orang lain, akan membuat rasa malu yang membawa kepada efek psikologi
yang negatif.
Tapi,
secara sadar maupun tidak sadar, kita pasti pernah ngomongin orang. Ya kaan?
Sebenernya,
banyak terdapat di keseharian kita, pembicaraan dan obrolan apapun, kayanya
nggak asyik kalau nggak ada orang yang diomongin. Entah itu tentang kelebihan,
kekurangan, bahkan sampai pada aib orang lain. Padahal, itu bukan perkara
enteng dalam pandangan Islam, dan kita juga tahu, mengghibah alias ngomongin
orang orang itu dosa!
Ajaran
Islam, melarang keras aib seseorang diceritakan, dan tidak boleh sekali-kali
menyebarkan tentang kondisi yang tidak baik dari seseorang.
Islam mengajarkan untuk menutup aib, baik
milik diri sendiri, maupun orang lain. Allah berfirman dalam Surat Al Hujarat
ayat 12 yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari
prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari
kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing
sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging
saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada
Allah, sungguh Allah Maha PenerimaTobat, Maha Penyayang.”
Maha
Benar Allah dengan segala firman NYA.
Nah,
gaes. Orang yang suka mencari-cari kesalahan dan aib orang lain, ibarat manusia
yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati. Siapa yang tidak jijik
kepada perbuatan keji itu?
Sesama manusia adalah saudara. Maka dari
itu, kita tidak boleh mengintip alias mencari-cari aib siapapun. Sesuai sabda
Rasulullah : “Wahai orang yang beriman dengan lisannya, tetapi tidak
beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum muslimin dan janganlah
mengintip aib mereka, maka barang siapa yang mengintip aib saudaranya, niscaya
Allah akan mengintip aibnya, dan siapa yang diintip Allah akan aibnya, maka
Allah akan membuka aibnya meskipun dirahasiakan di lubang kendaraannya.” (HR.
at-Tirmidzi)
Itu
kan aib orang lain, kalau diri sendiri, gimana?
Tetep
nggak boleh, ya gaes. Lagipula, siapa yang ngga malu kalau aibnya diketahui
orang lain?
Kalaupun
ada, Naudzubillah, berarti mereka adalah orang yang ngga tahu malu.
Nih ya, Rasulullah juga melarang seseorang
untuk membuka aibnya sendiri kepada orang lain, sebagaimana sabdanya : “Setiap
umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan (melakukan maksiat). Dan
termasuk terang-terangan adalah seseorang yang melakukan perbuatan maksiat di
malam hari, kemudian di paginya ia berkata: wahai fulan, kemarin aku telah
melakukan ini dan itu – padahal Allah telah menutupnya dan di pagi harinya ia
membuka tutupan Allah atas dirinya.” (HR. Bukhari Muslim)
Memalukan
sekali orang yang aibnya telah ditutup oleh Allah, namun malah membukanya
sendiri. Semoga, kita tidak termasuk orang yang seperti itu. Aamiin…
Ya
udah, tunggu apa lagi? Yuk menutup aib diri sendiri maupun orang lain. Karena
Rasulullah pun memberikan kabar gembira: “Dan barang siapa yang menutup aib seorang
muslim, niscaya Allah menutup aibnya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)
Setiap
orang pasti memiliki kekurangan, cela dan dosa tertentu pada dirinya. Baik yang
disengaja, maupun tidak. Oleh karena itu, mari bercermin terlebih dahulu, agar
kita dapat terhindar dari perbuatan yang tidak baik.
Rasulullah bersabda : “Berbahagialah orang yang disibukkan
dengan aibnya sendiri, sehingga ia tidak sempat memperhatikan aib orang lain.”
(HR. Al-Bazzar dengan Sanad hasan).
Sungguh
indah ajaran Islam yang menuntun kita agar menjaga aib diri sendiri dan orang
lain. Yuk, lekas bertaubat dan ganti topik pembicaraanmu dengan hal yang
bermanfaat. Jangan lupa untuk terus berupaya memperbaiki diri…
See
you later…
Wassalamu’alaikum…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar